Kamis, 19 November 2020

Centralrumah.com - Atap rumah merupakan komponen terpenting dalam pembangunan rumah. Atap menjadi pelindung dikala terik matahari dan hujan juga mempercantik tampilan rumah. Maka dari itu pemilihan atap pun harus yang kokoh agar awet dan tahan lama.




Ada banyak variasi atap rumah yang dapat kamu pilih berdasarkan bahannya. Nah, ini dia contoh-contohnya mari kita simak bersama-sama!


1. Atap Tanah Liat
Wahh, pastinya kamu sudah tahu betul dengan atap jenis ini. Jenis genteng yang populer di Indonesia ini di produksi melalui proses press dan pembakaran, keunggulanya adalah harganya ekonomis, tahan lama dan cukup kuat di pijak.

Namun, jenis atap ini memiliki kekurangan contohnya mudah berlumut (harus dilapisi cat terlebih dahulu), perlu ketelitian saat pemasangan untuk menghindari kebocoran, tidak terlalu kuat menahan angin dan idealnya harus di pasang pada rangka yang kuat.


2. Atap Aspal
Ada juga nih atap jenis lain yang cukup populer di Indonesia yaitu berbahan aspal. Proses pembuatanya dengan memadukan fiberglass dan aspal di lapisi mineral dan jenis ini ada 2 model lohh yaitu datar dan bergelombang.

Jenis atap aspal yang model bergelombang, cara instalasinya menggunakan sekrup ke balok gording, untuk yang model datar bisa di tempel melalui multipleks yang di sekrup di rangka.

Orang banyak memilih jenis atap aspal dikarenakan praktis pemasangannya, ringan, tahan api, tahan angin, anti jamur dan bisa digunakan untuk atap miring sampai 90 derajat. Namun, atap jenis ini dikenal mahal harganya dan tidak ramah lingkungan.


3. Atap Metal
Kalau kamu mengutamakan ketahanan atap bahan metal ini dapat kamu pilih. Atap jenis ini merupakan perpaduan berbagai bahan mulai dari alumunium, besi, tembaga, dan seng. Atap jenis ini banyak di gunakan pada bangunan seperti sekolah atau bengkel.

Adapun keunggulan dari jenis atap metal yaitu praktis dipasang, bobot yang ringan, anti karat, anti pecah,anti bocor, tidak panas, tahan api, tahan angin dan fleksibel di pasang di berbagai bidang. Namun juga ada kekurangan untuk atap jenis ini yaitu harga yang mahal dan butuh ketelitian tinggi pada saat pemasanganya.


4. Atap Keramik
Atap bahan keramik ini ternyata sudah digunakan dari zaman dahulu yang artinya bisa dikatakan juga atap genteng klasik karena tidak sirna dimakan zaman. Atap bahan keramik terbuat dari bahan baku utama yaitu tanah liat selain itu juga kaolin dan campuranya adalah pasir kuarsa, bahan adtif seperti surfactant dan plasticizer, nepheline, terak dan feldspar.

Atap bahan keramik ini juga unggul karena awet, tahan lama, tahan terhadap api, minim perawatan, ramah lingkungan dan menggunakan sistem interlock untuk pemasanganya.

Akan tetapi, atap bahan keramik juga memiliki kekuranganya yaitu sangat mudah pecah, kurang tahan angin, tidak bisa dipasang di kemiringan lebih dari 30 derajat gunanya supaya ari tidak bocor san mengalir sempurna, dan pemasangan yang menggunakan baut supaya tidak mudah lepas.


5. Atap Beton
Atap beton saat ini sudah banyak di pasang pada rumah gaya minimalis. Selain gayanya yang modern atap beton pun ekstetik sekali, dan juga atap jenis ini pun sangat kokoh karena di buat dari beton cor dan tulangan besi.

Genteng beton ini minim perawatan dan tahan lama juga tahan api, namun kekuranganya yaitu daya tahan kurang prima terhadap angin dan bobotnya berat sehingga mempengaruhi durasi pemasangan serta harga jual tinggi.



Itu dia 5 jenis atap yang sangat cukup tren dan populer di Indonesia, sekarang kembali lagi ke kamu mau menggunakan atap jenis yang mana dan sesuaikan juga dengan anggaran kamu. Jangan sampai salah perhitungan!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar